Trans Hybrid Communication Dukung Penguatan Digitalisasi Peradilan Lewat Bimtek AI di PTA Pontianak
14 November 2025 - Transformasi Digital
thumbnail

Pontianak, 17 November 2025 – PT. Trans Hybrid Communication menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital di sektor peradilan agama dengan berpartisipasi aktif dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Informasi. Acara bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Mendukung Kinerja Aparatur Peradilan” ini digelar di Aula Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak dan diikuti oleh ratusan peserta, termasuk pejabat serta aparatur PTA Pontianak dan Pengadilan Agama se-Kalimantan Barat.


Kegiatan yang berlangsung secara hybrid—hadir langsung dan virtual—berjalan penuh antusiasme. Aula yang tertata rapi dengan dekorasi formal namun hangat dipenuhi peserta yang mengenakan batik cerah, mencerminkan semangat kolaborasi. Jajaran pimpinan PTA, mulai dari Ketua hingga Panitera, tampak fokus mengikuti sesi dari barisan depan.


Bimtek dibuka secara resmi oleh Ketua PTA Pontianak, Dr. Drs. H. Moch. Sukkri, S.H., M.H. Dalam sambutannya, beliau menekankan urgensi teknologi digital. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. AI dapat menjadi alat bantu penting dalam mempercepat kinerja administrasi dan pelayanan publik,” ujarnya.


Sebagai mitra teknologi, PT. Trans Hybrid Communication menghadirkan narasumber ahli: Dr. Muhamad Arpan, S.Kom., M.Pd. (Praktisi AI dan Dosen Universitas PGRI Pontianak), M. Zoehfikar, S.Kom. (Manager Business PT. Trans Hybrid Communication), dan Hafiz Ramadhan, S.Kom. (Manager IT Development PT. Trans Hybrid Communication). Kegiatan dimoderatori oleh Hardiyanto, S.Kom., Kasubbag Kepegawaian dan Teknologi Informasi PTA Pontianak.


Para narasumber membahas topik krusial, mulai dari konsep dasar AI, penerapannya untuk otomatisasi administrasi, hingga strategi implementasi teknologi digital guna memperkuat akuntabilitas peradilan. Selain pemaparan, perusahaan memperkenalkan solusi dan infrastruktur digital yang dirancang khusus untuk modernisasi layanan peradilan agama.


“Kami percaya bahwa kolaborasi antara lembaga peradilan dan sektor teknologi akan menjadi langkah nyata menuju pelayanan publik yang lebih cepat, cerdas, dan transparan,” kata M. Zoehfikar.


Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta aktif bertanya tentang peluang dan tantangan AI dalam tugas sehari-hari. Dokumentasi menunjukkan suasana dinamis, dengan peserta mencatat, memotret materi, dan berdiskusi langsung dengan narasumber.


Inisiatif ini diharapkan menjadi katalisator bagi peradilan agama di Kalimantan Barat untuk mengadopsi AI, meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan masyarakat. PT. Trans Hybrid Communication terus berkomitmen mendukung inovasi teknologi di sektor publik.

© 2026 PT Trans Hybrid Communication. All Rights Reserved.
Providing reliable tech since 2006